Kisah Pohon Tua dan Sang Air



Methuselah. Itu adalah sebuah pohon pinus berusia 4.842 tahun yang saat ini masih kokoh berdiri di kawasan White Mountains, California, Amerika Serikat. Itulah yang dipercaya banyak orang sebagai pohon tertua yang hidup di dunia.
Bayangkan, berapa banyak cerita tentang manusia yang terkandung dalam ribuan tahun usianya itu?
Pohon Tua. Yang satu ini, tentu saja, adalah seorang manusia. Usianya pun tak sampai ribuan tahun. Barangkali pertengahan 30-an saja.
Dalam hingar bingarnya distorsi gitar, dia dikenal sebagai Dankie of Navicula, raksasa grunge dari Pulau Dewata. Namun dalam hening denting gitar akustik yang nyaring seperti gemericik air jatuh ke batu kali, dia kita kenal sebagai Pohon Tua, gitaris, vokalis, dan penulis lirik dari kumpulan blues/folk/ballad asal Bali bernama Dialog Dini Hari.

Bersama Zio pada bas dan Denny pada drum, Pohon Tua menyanyikan demikian banyak kisah. Tentang pagi nan bersahaja, jalanan kota yang gila, telaga tenang penuh makna, dunia yang semakin tua, dan tentu saja tentang kita, manusia.
Coba sejenak tengok halaman ini dan mainkan “Aku Adalah Kamu”, sebuah lagu indah bertema spiritual yang dinyanyikannya bersama Kikan Namara, ex lead singer Cokelat, dan Robi of Navicula.
Mainkan juga “Pagi” yang bercerita tentang perenungan diri, “Oksigen” yang liar menyulut imaji, atau “Sang Air” yang terdengar seperti do’a nan riang gembira. Lalu katakan pada saya, bukankah ini musik yang ingin kamu dengar untuk sejenak meneduhkan jiwa dari ganasnya Jakarta?
Minggu malam, 23 Oktober 2011 nanti, Dialog Dini Hari akan menyegarkan jiwa kita semua dengan keindahan musik akustiknya di The Phoenix, Jl. Wijaya I No 25, Jakarta Selatan. Selama dua jam penuh kita bisa menikmati pesona blues berpadu dengan folk dan ballad racikan khas Pulau Dewata.
Dan seperti legenda burung Phoenix, yang terbakar untuk kemudian terlahir kembali sebagai makhluk baru, barangkali kita akan keluar dari konser bertajuk “Kisah Pohon Tua dan Sang Air: an Acoustic Performance by Dialog Dini Hari” nanti sebagai manusia Jakarta baru, yang jiwanya teduh…
Info lengkap mengenai Dialog Dini Hari dapat dilihat di website ini: www.dialogdinihari.com

2 thoughts on “Kisah Pohon Tua dan Sang Air

  1. Pingback: Kisah Pohon Tua dan Sang Air: An Accoustic Performance « SHUTTERBEATER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>